Unissula Resmi Buka S1 Kebidanan dan Profesi Bidan

Fakultas Kedokteran Unissula kini resmi membuka Program Studi  yakni S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan. Dengan diterimanya Ijin Operasional tersebut maka S1 Kebidanan dan Profesi Bidan kini berubah dari yang semula merupakan sarjana terapan menjadi sarjana akademik.

Ijin operasional diserahkan langsung oleh Koordinator Kopertis VI Prof DYP Sugiharto MPd Kons melalui Sekretaris LLDIKTI Wilayah VI Amsar SH MM kepada Rektor  Unissula Ir Prabowo Setiyawan MT PhD yang didampingi oleh Ka Prodi Kebidanan Unissula Endang Surani SSiT MKes (12/2).

Ka Prodi Kebidanan Unissula Endang Surani SSiT MKes merasa bersyukur atas diterbitkannya ijin operasional untuk program studi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan.

“Alhamdulillah ini merupakan berkah dari Prodi Kebidanan dan Profesi Kebidanan Unissula. Dengan perubahan satus menjadi sarjana akademik maka pengembangan ilmu kebidanan dan profesi bidan lebih kuat terutama kontribusi Unissula terhadap profesi Bidan” Jelasnya.

Endang Surani menambahkan dengan status baru ini bisa memperkuat promosi kita agar program studi kebidanan dan profesi bidan banyak diminati nantinya.

Sementara itu Rektor Unissula berharap Program Studi baru ini mampu memberikan manfaat bagi Unissula maupun masyarakat

“Semoga dengan Program Studi Baru ini mampu memperkuat keilmuan profesi Bidan sehingga mampu meningkatkan kesehatan masyarakat”

Program Studi Kebidanan dan Profesi Bidan siap menerima mahasiswa baru tahun akademiak 2019-2020. Program Studi S-1 Kebidanan Unissula memiliki beberapa keunggulan antara lain kurikulum sesuai dengan SN.Dikti dengan keunggulan kurikulum : pelayanan kebidanan berbasis Syariah, islam disiplin ilmu, asuhan deteksi dini disabilitas pada neonatus, bayi, balita dan anak pra sekolah, interprofesional kolaborasi dengan IPE, kewirausahaan, IT dan bahasa asing.

Metode pembelajaran problem base learning full integrated. Menggunakan spesifikasi,small group discusion. Serta didukung oleh laboratorium kedokteran dan kebidanan yang berstandar OSCE Nasional. Selain itu juga memiliki Rumah Sakit Pendidikan mandiri yakni Rumah Sakit Islam Sultan Agung dan Rumah Sakit Islam Gigi Mulut terakreditasi A. Fasilitas itu merupakan rumah sakit Syariah pertama di Indonesia dengan jaringan 12 rumah sakit.


Masa Tugas Selesai Rektor Unissula Pamit

(31) Rektor Anis Pamit

Rektor Unissula Anis Malik Thoha Lc MA PhD mengucapkan salam perpisahan seiring dengan telah selesainya masa jabatan sebagai rektor periode 2014-2018. Acara yang dihadiri oleh para dosen dan karyawan (31/1) berlangsung di kampus Kaligawe tersebut berlangsung hidmad dan penuh keakraban.

“Datang dan pergi serta silih bergantinya kepemimpinan adalah hal yang lumrah sebagai bagian dari sunatulloh dalam kehidupan”.  Ungkap Anis. Lebih lanjut ia mengharap berbagai hal hal positif yang telah dicapai dengan semangat kebersamaan selama ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan. “Yang menjadi fokus kita bersama adalah Unissula terus berkembang” tambah Anis.

Menjadi rektor Unissula juga memberikan kesan mendalam bagi Pria kelahiran Demak tersebut. “Menjadi rektor Unissula selama empat tahun mengajarkan kepada saya pengalaman hidup yang luar biasa untuk bersama sama membesarkan Unissula dalam suasana keberjamaahan. Kami mohon maaf jika dalam kepemimpinan saya ada hal hal yang melukai hati dosen maupun karyawan Unissula”. Pungkas Anis.

Prof Selamet Imam Wahyudi DEA dalam testimoninya mengapresiasi fasilitasi kerjasama internasional yang telah dilakukan Rektor Anis. “Fleksibilitas, komunikasi yang intens yang telah dilakukan rektor sangat penting hingga kita bisa menjalin dan mengimplementasikan kerjasama dengan universitas universitas di Uni Eropa salah satunya dengan Rotterdam University. Bukan hanya kerjasama bahkan kita juga  mendapat hibah untuk merealisasikan berbagai projek kerjasama dengan Rotterdam University” Ungkap Imam Wahyudi.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Wakil Rektor I Dr Ir M Haddin MT, Wakil Rektor II Dr Indri Kartika SE MSi AKt CA, Wakil Rektor III Sarjuni SAg MHum. Hadir  pula Ir Prabowo Setiyawan MT PhD rektor Unissula terpilih periode 2018-2022 yang akan resmi dilantik oleh Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung per (1/2) di kampus Kaligawe.


Perolehan Dana Hibah Penelitian Unissula Meningkat

unissulabac

Memasuki tahun 2018, Unissula terus tingkatkan pengajuan proposal hibah Dikti baik penelitian maupun pengabdian masyarakat. Tahun pendanaan 2018 ini, sebanyak 50 proposal penelitian lolos didanai oleh dikti yang terdiri dari 18 proposal penelitian baru dan 32 proposal lanjutan. Adapun hibah pengabdian masyarakat, sebanyak 6 proposal lolos didanai, di antaranya dr H Ahmadi NH SpKj, Ns Dyah Wiji Puspita Sari SKep, Leli Nisfi Setiana MPd, Noveri Aisyaroh MKes, Siti Aisiyah Suciningtyas MSi, Nur Widiana ST MT.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Dr Heru Sulistiyo, SE, MSi mengatakan dilihat dari total perolehan dana hibah, pada tataran PTS di Jawa Tengah, Unissula menempati rangking kedua.

Menurut Heru, Unissula yang telah menempati klaster utama harus mematuhi ketentuan untuk tidak mengambil skema penelitian skema pekerti dan dosen pemula. “Meskipun tidak ada skema penelitian dosen pemula, secara kasat mata memang jumlah penerima hibah turun, namun perolehan anggaran diperkirakan melebihi tahun lalu, yakni mencapai 5-10 M, karena ditambah luaran tambahan seperti publikasi internasional.” Ungkapnya di sela sela kesibukannya di kampus Kaligawe (22/1).

Heru menilai beberapa hal yang menjadi evaluasi untuk proposal yang tidak lolos, setidaknya ada 3 faktor: administrasi, substansi, dan policy. “Dikti mengambil kebijakan untuk menaikkan passing grade menjadi 500, untuk mengurangi kuota pembekakan pembiayaan. Sehingga banyak yang gugur, meskipun sudah dinilai baik oleh reviewer.” katanya

Menurutnya, LPPM berusaha memperbaiki dan mengevaluasi yang belum lolos sehingga untuk tahun anggaran 2019 perolehan dana hibah semakin meningkat. “Kami akan terus melakukan pendampingan bagi para peneliti dengan mengadakan workshop atau pelatihan.” Tuturnya.

Menuju Klaster Mandiri

Menurut Heru, LPPM merupakan lembaga yang sangat strategis karena memegang peranan yang sangat penting dalam implementasi dua dari tri dharma perguruan tinggi, yakni penelitian dan pengabdian masyarakat. “Peningkatan kinerja LPPM memberikan pengaruh yang positif pada peningkatan institusi dan poin akreditasi karena memberikan dampak yang banyak dari riset, publikasi, dan pengabdian masyarakat.” Ungkapnya.  “Saat ini kami sudah menerapkan sistem pengabdian masyarakat berbasis riset. Sehingga muara dari penelitian akan diaplikasikan dalam bentuk pengabdian masyarakat.” Kata Heru.

Sementara target ke depan adalah LPPM akan terus memacu daya penelitian dan pengabdian masyarakat para civitas Unissula. “Dengan adanya peningkatan publikasi sebagai luaran wajib, diperkirakan 2-3 tahun akan ada lonjakan publikasi. Sehingga, minimal 1-2 tahun ke depan target Unissula untuk meraih klaster mandiri akan segera terealisasikan.” Pungkasnya.


Undang Staf Khusus Menristekdikti, Unissula Bahas Revolusi Industri 4.0

(19) Revolusi Industri.docx

Unissula mengadaklan workshop dengan menghadirkan staf khusus Menristekdikti Dr Abdul Wahid Maktub bertempat di kampus Kaligawe (19/1).  Workshop menyikapi kebijakan kebijakan terbaru Kemenristekdikti dalam menyambut revolusi industri 4.0.

Meurut Abdul Wahid bahwa dewasa ini terjadi perubahan yang sangat cepat dalam semua sisi kehidupan hal itu salah satunya karena didukung oleh kemajuan teknologi yang menyentuh hampir semua lini kehidupan. Hal itu harus disikapi secara tepat jika tidak maka akan menunggu waktu menjadi usang dan ditinggalkan. “Mereka yang surviv di masa mendatang adalah mereka yang mampu memberikan respon yang tepat” Ungkap mantan dubes RI untuk Qatar tersebut.

Menyikapi perubahan yang sangat cepat, tak dapat diidentifikasi, kompleks, dan ambigu ini maka sangat diperlukan memiliki visi yang jelas, kesiapan, memiliki fokus yang jelas, serta tangkas dan gesit. “Karakter menjadi faktor pembeda di era ini  teknologi informasi memberikan kemudahan dan kecepatan sedangkan agama menjadi arah. Kita boleh cepat tapi arahnya harus tepat. Yang repot sudah lambat dan tak punya arah yang jelas” pungkas Abdul Wahab.

Revolusi industri pertama ditandai dengan ditemukannya mesin uap, revolusi industri kedua ditandai dengan ditemukannya listrik, revolusi industri ketiga ditandai dengan komputasi, dan saat ini kita memasuki era kombinasi dari ketiganya yang menjadikan semuanya berjalan sangat cepat.

Sementara itu Rektor Unissula Anis Malik Thoha Lc MA PhD menyatakan bahwa di era ini dunia pendidikan juga perlu berbenah mengantisipasi perkembangan tren yang sangat cepat ini. “Harusnya kampusnya harus memiliki spesifikasi 4.0, demikian juga dosen dan mahasiswanya juga harus memiliki spesifikasi 4.0.” pungkas Anis


FT Unissula Undang Pakar Geosintetik

Kuliah Pakar

Fakultas Teknik (FT) Unissula mengadakan acara kuliah pakar bekerja sama dengan PT Tetrasa Geosinindo yang merupakan perusahaan penyedia jasa konsultan dan penyedia geosintetik di Indonesia. Kuliah pakar pada  (4/1) menghadirkan narasumber Pria Ardhana ST MT pakar Geosintetik  PT Tetrasa Geosinindo dan Prof Ir Pratikso PhD yang merupakan pakar geoteknik Unissula.

Dalam seminar tersebut perwakilan Geosisnindo memaparkan tentang produk unggulan mereka dan bagaimana Teknik implementasinya di lapangan, disertakan juga beberapa proyek infrastruktur yang melibatkan perusahaan tersebut.

Dalam proyek infratruktur, Geosintetik biasa digunakan untuk memperkuat struktur timbunan tanah sebagai dasar pondasi bangunan, jalan atau bendungan. Salah satu proyek yang sudah dikerjakan oleh Geosinindo antara lain proyek konstruksi jalan tol Balikpapan – Samarinda, Bendungan di Bogor, Reklamasi pantai di Makasar dan banyak lagi proyek lain yang tersebar di Indonesia.

Menurut Pria Ardhana kelebihan penggunaan Geosintetik dibanding teknik lainya adalah evisiensi waktu dan biaya apalagi maraknya pembangunan infrastruktur di Indonesia yang ditarget harus segera selesai.

“Geosintetik merupakan hasil kolaborasi antara teknik sipil dan teknik industri yang berbahan polymer (Sejenis plastik) untuk memperbaiki pondasi tanah, ada banyak tipe sesuai dengan fungsinya.” Papar Pria Ardhana.

Sementara itu Pratikso menyampaikan perlunya mahasiswa teknik sipil untuk selalu update  teknologi konstruksi yang setiap tahun selalu bertambah teknik – teknik baru dalam penerapan proyek konstruksi.

“Mahasiswa harus selalu update perkembangan teknologi konstruksi, seperti Geosintetik ini yang sekarang sudah marak digunakan di proyek-proyek konstruksi pemerintah” terang Pratikso.


Unissula Akan Buka Prodi Profesi Apoteker

(3) Profesi Apoteker

Prodi Farmasi Unissula menyelenggarakan Lokakarya kurikulum (3-4/1) dalam rangka persiapan pendirian prodi Profesi Apoteker (PSPA) dalam waktu dekat ini. “Setelah keluar akreditasi B untuk prodi Farmasi beberapa waktu lalu, kami siap membuka prodi profesi apoteker” kata Kaprodi Farmasi Rina Wijayanti MSc Apt. Menurutnya, persiapan sudah mencapai 75%, dan akan terus dikejar untuk segera terealisasi.

“Berbagai persiapan telah dilakukan. Kami sudah menghubungi berbagai pihak untuk menjalin kerjasama/ MoU terkait tempat praktek mahasiswa, mengundang Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) untuk diskusi penyusunan borang, mempersiapkan SDM, hingga lokakarya penyusunan kurikulum ini untuk mendapatkan masukan mengenai kurikulum profesi apoteker.” Tuturnya.

Menurutnya, untuk membuka prodi baru, sedikitnya ada sembilan kriteria yang harus dipenuhi, seperti visi misi, kurikulum, tata kelola SDM— minimal dosen apoteker S2, keuangan, sarana dan prasarana, dan lain-lain.

Sebagai peserta dalam lokakarya ini, di antaranya tim kurikulum FK Unissula, perwakilan dari Unpad, Unsoed, UGM, Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi, Komite Farmasi Nasional (KFN), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Rumah Sakit (RT Wongsonegoro, RS Tugurejo, RISA, Karyadi), distributor farmasi PT Parit Padang, apotek Kimia Farma, VIVA generik hingga industri Paphros, Kimia Farma, Victoriacare Indonesia, dan MUI.

Melalui lokakarya ini, masing-masing pihak yang mewakili keahliannya, diminta untuk mereview dan memberikan usulan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan di masing-masing lahan pekerjaan. “Harapannya kami mendapatkan gambaran bahwa lulusan apoteker harus menguasai berbagai kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh lapangan, sehingga kurikulum yang akan menyesuaikan.” Kata Rina.

Tujuan dari dibukanya profesi apoteker ini, menurut Rina karena ingin memfasilitasi mahasiswa S1 untuk bisa melanjutkan profesi apoteker di Unissula, dengan masa tempuh 1 tahun. “Saat ini kebutuhan apoteker semakin banyak. Padahal di Indonesia, di antara ratusan PT yang memiliki jurusan farmasi hanya 38 yang memiliki prodi profesi apoteker. Maka Unissula akan berusaha untuk memenuhi kekurangannya.” Ungkapnya.

Sementara itu paparan dekan Fakultas Farmasi Unpad Prof Dr Ajeng Diantini Msi Apt mengatakan “Tantangan dunia kesehatan saat ini semakin sulit. Dibutuhkan kolaborasi dari berbagai tenaga kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.” Sementara dalam pendidikan, menurutnya, “Hendaklah kita tidak hanya fokus pada substansi keilmuan, namun penyelenggaraan metode pembelajaran juga sangat penting, agar mudah sampai kepada mahasiswa.” Katanya.

Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran dr Hadi Sarosa MKes menyambut baik rencana dibukanya prodi PSPA Unissula. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua peserta undangan yang hadir. “Tujuan lokakarya kurikulum ini adalah untuk mencapai titik temu yang paling optimal dari para stakeholder, user dan institusi lain dengan harapan ke depannya dapat berkolaborasi.” Katanya sekaligus membuka acara.