FT Unissula Undang Pakar Geosintetik

Kuliah Pakar

Fakultas Teknik (FT) Unissula mengadakan acara kuliah pakar bekerja sama dengan PT Tetrasa Geosinindo yang merupakan perusahaan penyedia jasa konsultan dan penyedia geosintetik di Indonesia. Kuliah pakar pada  (4/1) menghadirkan narasumber Pria Ardhana ST MT pakar Geosintetik  PT Tetrasa Geosinindo dan Prof Ir Pratikso PhD yang merupakan pakar geoteknik Unissula.

Dalam seminar tersebut perwakilan Geosisnindo memaparkan tentang produk unggulan mereka dan bagaimana Teknik implementasinya di lapangan, disertakan juga beberapa proyek infrastruktur yang melibatkan perusahaan tersebut.

Dalam proyek infratruktur, Geosintetik biasa digunakan untuk memperkuat struktur timbunan tanah sebagai dasar pondasi bangunan, jalan atau bendungan. Salah satu proyek yang sudah dikerjakan oleh Geosinindo antara lain proyek konstruksi jalan tol Balikpapan – Samarinda, Bendungan di Bogor, Reklamasi pantai di Makasar dan banyak lagi proyek lain yang tersebar di Indonesia.

Menurut Pria Ardhana kelebihan penggunaan Geosintetik dibanding teknik lainya adalah evisiensi waktu dan biaya apalagi maraknya pembangunan infrastruktur di Indonesia yang ditarget harus segera selesai.

“Geosintetik merupakan hasil kolaborasi antara teknik sipil dan teknik industri yang berbahan polymer (Sejenis plastik) untuk memperbaiki pondasi tanah, ada banyak tipe sesuai dengan fungsinya.” Papar Pria Ardhana.

Sementara itu Pratikso menyampaikan perlunya mahasiswa teknik sipil untuk selalu update  teknologi konstruksi yang setiap tahun selalu bertambah teknik – teknik baru dalam penerapan proyek konstruksi.

“Mahasiswa harus selalu update perkembangan teknologi konstruksi, seperti Geosintetik ini yang sekarang sudah marak digunakan di proyek-proyek konstruksi pemerintah” terang Pratikso.


Unissula Akan Buka Prodi Profesi Apoteker

(3) Profesi Apoteker

Prodi Farmasi Unissula menyelenggarakan Lokakarya kurikulum (3-4/1) dalam rangka persiapan pendirian prodi Profesi Apoteker (PSPA) dalam waktu dekat ini. “Setelah keluar akreditasi B untuk prodi Farmasi beberapa waktu lalu, kami siap membuka prodi profesi apoteker” kata Kaprodi Farmasi Rina Wijayanti MSc Apt. Menurutnya, persiapan sudah mencapai 75%, dan akan terus dikejar untuk segera terealisasi.

“Berbagai persiapan telah dilakukan. Kami sudah menghubungi berbagai pihak untuk menjalin kerjasama/ MoU terkait tempat praktek mahasiswa, mengundang Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) untuk diskusi penyusunan borang, mempersiapkan SDM, hingga lokakarya penyusunan kurikulum ini untuk mendapatkan masukan mengenai kurikulum profesi apoteker.” Tuturnya.

Menurutnya, untuk membuka prodi baru, sedikitnya ada sembilan kriteria yang harus dipenuhi, seperti visi misi, kurikulum, tata kelola SDM— minimal dosen apoteker S2, keuangan, sarana dan prasarana, dan lain-lain.

Sebagai peserta dalam lokakarya ini, di antaranya tim kurikulum FK Unissula, perwakilan dari Unpad, Unsoed, UGM, Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi, Komite Farmasi Nasional (KFN), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Rumah Sakit (RT Wongsonegoro, RS Tugurejo, RISA, Karyadi), distributor farmasi PT Parit Padang, apotek Kimia Farma, VIVA generik hingga industri Paphros, Kimia Farma, Victoriacare Indonesia, dan MUI.

Melalui lokakarya ini, masing-masing pihak yang mewakili keahliannya, diminta untuk mereview dan memberikan usulan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan di masing-masing lahan pekerjaan. “Harapannya kami mendapatkan gambaran bahwa lulusan apoteker harus menguasai berbagai kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh lapangan, sehingga kurikulum yang akan menyesuaikan.” Kata Rina.

Tujuan dari dibukanya profesi apoteker ini, menurut Rina karena ingin memfasilitasi mahasiswa S1 untuk bisa melanjutkan profesi apoteker di Unissula, dengan masa tempuh 1 tahun. “Saat ini kebutuhan apoteker semakin banyak. Padahal di Indonesia, di antara ratusan PT yang memiliki jurusan farmasi hanya 38 yang memiliki prodi profesi apoteker. Maka Unissula akan berusaha untuk memenuhi kekurangannya.” Ungkapnya.

Sementara itu paparan dekan Fakultas Farmasi Unpad Prof Dr Ajeng Diantini Msi Apt mengatakan “Tantangan dunia kesehatan saat ini semakin sulit. Dibutuhkan kolaborasi dari berbagai tenaga kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.” Sementara dalam pendidikan, menurutnya, “Hendaklah kita tidak hanya fokus pada substansi keilmuan, namun penyelenggaraan metode pembelajaran juga sangat penting, agar mudah sampai kepada mahasiswa.” Katanya.

Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran dr Hadi Sarosa MKes menyambut baik rencana dibukanya prodi PSPA Unissula. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua peserta undangan yang hadir. “Tujuan lokakarya kurikulum ini adalah untuk mencapai titik temu yang paling optimal dari para stakeholder, user dan institusi lain dengan harapan ke depannya dapat berkolaborasi.” Katanya sekaligus membuka acara.


Teliti Peran Mawali Dalam Periwayatan Hadis Supiyan Sauri Raih Doktor

(21) Supyan Raih Doktor

Dosen Fakultas Agama Islam Unissula, Supiyan Sauri, Lc resmi mendapatkan gelar doktor setelah berhasil mempertahankan desertasinya yang berjudul “Kontrubusi mawalikalangan sahabat dalam periwayatan hadis: studi periwayatan hadis pada kitab musnad Ahmad Ibn Hanbal di Studi Islam UIN Walisongo Semarang (21/12). Supiyan dipromotori oleh Prof Dr  Erfan Subahar MAg, dan co promotor Dr A Hasan Asy’ari MAg.

Dalam desertasinya, Supiyan mengangkat isu tentang mawali di kalangan sahabat yang meriwayatkan hadis. Mawali adalah istilah yang familiar di kalangan orang Arab yang berarti budak. “Menyoroti posisi mawali di dalam hadis, saya ingin menjabarkan bahwa perlakuan Islam sangat mulia dalam menempatkan hak asasi manusia, termasuk terhadap kaum mawali.” “Ketika saat ini orang-orang ramai menyuarakan HAM, Islam telah lebih dahulu menerapkan konsep kesetaraan manusia.” Terangnya.

Dijadikan sebagai  objek penelitian adalah kitab musnad Ahmad Ibn Hanbal, merupakan kitab hadis karya Ahmad Ibn Hanbal yang menyusun hadis berdasarkan nama-nama sahabat. ”Ada sekitar 800 sahabat perawi di dalam kitab ini, adapun mawali yang ditemukan setidaknya ada 32 orang.”ungkapnya.

Penelitian ini sekaligus mematahkan tuduhan orientalis yang mengatakan bahwa proses periwayatan hadis melalui sanad adalah rekayasa. “dalam periwayatan hadis, Islam tidak membedakan status perawinya (merdeka atau mawali-red), melainkan kualitas hadisnya.” Lanjutnya, “sanad bukanlah rekayasa, bahkan menurut ulama,sanad adalah senjatanya umat Rasulullah untuk membedakan kabar yang benar dan bohong yang seringkali mengatasnamakan hadis Nabi.”tuturnya.

Dengan penelitian ini, dinyatakan bahwa sejak kehadiranya, Islam igin menghilangkan persepsi negatif terhadap status mawali di masyarakat. Menurutnya, mawali memperoleh hak yang sama dalam ilmu pengetahuan, politik, dll, bahkan lebih mulia. “Misalnya Bilal bin Rabbah sebagai muadzinnya Rasul, Salman Al Farisi sebagai penyusun strategi perang yang jitu, hingga Zaid bin Haritsah, Usamah bin Zaid sebagai panglima perang yang tangguh.” Katanya. Maka kedudukan mawali di masyarakat sangat diangkat derajatnya sejak kedatangan Islam. Sehingga dalam hal periwayatan hadis pun tidak ada bedanya dengan kaum yang merdeka.


BEASISWA HAFIDZ AL-QUR’AN

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2018/2019 memberikan beasiswa kepada hafidz Al-Qur’an dengan kriteria sbb :

  • Hafidz Al-Qur’an dan dhuafa tidak dikenakan biaya DPI dengan kursi terbatas, 5 orang untuk Program Studi Kedokteran Umum dan 1 orang untuk Program Studi Kedokteran Gigi
  • Hafidz Al-Qur’an dan dhuafa tidak dikenakan biaya UKT selama 8 semester untuk Program Studi non Kedokteran Umum dan Untuk Program Studi non Kedokteran Gigi.

Kyungdong University Buka Kesempatan Mahasiswa Unissula Kuliah dan Bekerja di Korea

(18) Studi Korea

Unissula menyelenggarakan seminar bekerja sama dengan Kyungdong University (KDU) korea selatan dengan tema “Study and Work in Korea” bertempat di Fakultas Ekonomi FE) Unissula  (18/12).

Acara tersebut merupakan salah satu bentuk kolaborasi kerjasama antara Unissula dengan KDU yang MoU-nya telah ditandatangani di Palangkaraya pada bulan November kemarin. Hadir dalam seminar tersebut Rektor KDU Prof Jhon Lee PhD yang sekaligus sebagai narasumber, Rektor Unissula Anis Malik Thoha Lc MA PhD, Dekan FE Unissula Olivia Fachrunnisa PhD, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula Dr Sri Arttini Dwi P MSi, dan jajaran dosen di lingkungan FE dan FTI Unissula.

Dalam sambutanya Anis Malik Thoha mengungkapkan bahwa ini merupakan kesempatan yang baik bagi mahasiswa untuk tahu langsung bagaimana caranya bisa kuliah dan bekerja di Korea Selatan. Selain itu Unissula juga membuka kesempatan bagi mahasiswa FE dan FTI Unissula untuk mengikuti program kuliah dual degree satu semester di KDU Korea untuk keilmuan manajemen bisnis dan smart computing.

Sementara itu Prof Lee dalam sambutanya juga menyampaikan bahwa KDU siap menerima mahasiswa Unissula yang ingin medapatkan pengalaman berkuliah di Korea Selatan, disamping berkuliah para mahasiswa juga diperbolehkan untuk bekerja paruh waktu untuk mencari tambahan uang saku selama masa studi di Korea Selatan.

“Selain Kuliah Kalian boleh sambil bekerja paruh waktu, tapi ingat tujuan kalian adalah untuk belajar bukan untuk bekerja paruh waktu” Ungkap Lee dan disambut gelak tawa peserta seminar.


Dosen FE Unissula Dominasi Paper Terbaik di AICIF Brunei Darussalam

(17) Best paper

Tiga dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) mendapatkan penghargaan paper terbaik pada Asean International Coverence on Islamic Finance (AICIF) ke lima yang berlangsung di Brunai Darussalam (12-17/12).

Mereka adalah Dr Abdul Hakim dengan paper: the role information communications technology based on the quality of cooperation and communication towards the efficiency of human resources performance based on Islamic values. Siti Aisiyiah Suciningtias Msi paper: analysis of the movement and sharia share volatility on ramadhan month using ARCH/GARCH model. Serta Dr Hendar paper: sharia marketing innovativeness on marketing performance model.

Secara keseluruhan para dosen FE Unissula berhasil mendominasi penghargaan dengan meraih tiga dari enam penghargaan yang ada.

Konferensi diikuti oleh enam universitas dari empat negara di ASEAN antara lain Unissula, IIUM Malaysia, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Unida Gontor, Mindano State University Filipina, dan University Fatoni Thailand.

Konferensi menghasilkan tiga resolusi penting untuk memperkuat keuangan Islam di Asia antara lain dengan memperkuat kerangka kelembagaan syariah melalui standardisasi dengan pemahaman bersama dan harmonisasi, memberdayakan lembaga sosial Islam, dan memperbaiki hubungan keuangan syariah.