Menghadapi Persaingan Butuh Kompetensi Mumpuni

beritawisuda75

Rektor Unissula Ir Prabowo Setiawan ST MT PhD mewisuda 1.616 peserta wisuda ke 75 yang dilangsungkan 20-21 April 2018 yang dilangsungkan di auditorium Sultan Agung Kaligawe Semarang.

Prabowo mengingatkan pentingnya para wisudawan membekali diri dengan kompetensi dan kekuatan ruhiyah menghadapi persaingan.

Menurutnya ada tiga komponen yang harus dimiliki pertama, pengetahuan atau knowledge, ini dibutuhkan agar Saudara tahu apa yang Saudara kerjakan.

Kedua, kemampuan atau skill, dengan kemampuan yang Anda miliki, Anda bisa terampil mengerjakan apa yang menjadi kerjaan Anda.

Ketiga, kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang ditentukan, dengan kemampuan ini Anda akan mampu bertahan di tengah persaingan kerja yang semakin ketat.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Koordinator Perguruan Tinggi Islam wilayah X Prof Dr Muhibbin. Ia mengingatkan pentingnya setiap wisudawan untuk tidak malu bekerja berkarya meski harus dimulai dari  nol.

“Sebuah negara akan sejahtera jika minimal 11% warganya berprofesi sebagai wirausahawan. Jangan malu memulai dari nol. Sudah banyak orang orang yang memulai usaha dari nol namun bisa sukses”. Pungkas Muhibbin.


Workshop International Cooperation Project Proposal

Fakultas Teknik Unissula bekerjasama dengan Rotterdam Univ dan Grundfos Pump (Korea) akan menyelenggarakan Workshop International Cooperation Project Proposal, pada :

Tanggal : 13 Februari 2018

Waktu : 09.00 WIB s.d Selesai

Tempat : Ruang Seminar Lt.I GKB Unissula

Narasumber : Floris Boogaard (Belanda), Jonathan Lekkerlek (Belanda) dan Prof. Imam Wahyudi, DEA ( Indonesia )


Masa Tugas Selesai Rektor Unissula Pamit

(31) Rektor Anis Pamit

Rektor Unissula Anis Malik Thoha Lc MA PhD mengucapkan salam perpisahan seiring dengan telah selesainya masa jabatan sebagai rektor periode 2014-2018. Acara yang dihadiri oleh para dosen dan karyawan (31/1) berlangsung di kampus Kaligawe tersebut berlangsung hidmad dan penuh keakraban.

“Datang dan pergi serta silih bergantinya kepemimpinan adalah hal yang lumrah sebagai bagian dari sunatulloh dalam kehidupan”.  Ungkap Anis. Lebih lanjut ia mengharap berbagai hal hal positif yang telah dicapai dengan semangat kebersamaan selama ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan. “Yang menjadi fokus kita bersama adalah Unissula terus berkembang” tambah Anis.

Menjadi rektor Unissula juga memberikan kesan mendalam bagi Pria kelahiran Demak tersebut. “Menjadi rektor Unissula selama empat tahun mengajarkan kepada saya pengalaman hidup yang luar biasa untuk bersama sama membesarkan Unissula dalam suasana keberjamaahan. Kami mohon maaf jika dalam kepemimpinan saya ada hal hal yang melukai hati dosen maupun karyawan Unissula”. Pungkas Anis.

Prof Selamet Imam Wahyudi DEA dalam testimoninya mengapresiasi fasilitasi kerjasama internasional yang telah dilakukan Rektor Anis. “Fleksibilitas, komunikasi yang intens yang telah dilakukan rektor sangat penting hingga kita bisa menjalin dan mengimplementasikan kerjasama dengan universitas universitas di Uni Eropa salah satunya dengan Rotterdam University. Bukan hanya kerjasama bahkan kita juga  mendapat hibah untuk merealisasikan berbagai projek kerjasama dengan Rotterdam University” Ungkap Imam Wahyudi.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Wakil Rektor I Dr Ir M Haddin MT, Wakil Rektor II Dr Indri Kartika SE MSi AKt CA, Wakil Rektor III Sarjuni SAg MHum. Hadir  pula Ir Prabowo Setiyawan MT PhD rektor Unissula terpilih periode 2018-2022 yang akan resmi dilantik oleh Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung per (1/2) di kampus Kaligawe.


Perolehan Dana Hibah Penelitian Unissula Meningkat

unissulabac

Memasuki tahun 2018, Unissula terus tingkatkan pengajuan proposal hibah Dikti baik penelitian maupun pengabdian masyarakat. Tahun pendanaan 2018 ini, sebanyak 50 proposal penelitian lolos didanai oleh dikti yang terdiri dari 18 proposal penelitian baru dan 32 proposal lanjutan. Adapun hibah pengabdian masyarakat, sebanyak 6 proposal lolos didanai, di antaranya dr H Ahmadi NH SpKj, Ns Dyah Wiji Puspita Sari SKep, Leli Nisfi Setiana MPd, Noveri Aisyaroh MKes, Siti Aisiyah Suciningtyas MSi, Nur Widiana ST MT.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Dr Heru Sulistiyo, SE, MSi mengatakan dilihat dari total perolehan dana hibah, pada tataran PTS di Jawa Tengah, Unissula menempati rangking kedua.

Menurut Heru, Unissula yang telah menempati klaster utama harus mematuhi ketentuan untuk tidak mengambil skema penelitian skema pekerti dan dosen pemula. “Meskipun tidak ada skema penelitian dosen pemula, secara kasat mata memang jumlah penerima hibah turun, namun perolehan anggaran diperkirakan melebihi tahun lalu, yakni mencapai 5-10 M, karena ditambah luaran tambahan seperti publikasi internasional.” Ungkapnya di sela sela kesibukannya di kampus Kaligawe (22/1).

Heru menilai beberapa hal yang menjadi evaluasi untuk proposal yang tidak lolos, setidaknya ada 3 faktor: administrasi, substansi, dan policy. “Dikti mengambil kebijakan untuk menaikkan passing grade menjadi 500, untuk mengurangi kuota pembekakan pembiayaan. Sehingga banyak yang gugur, meskipun sudah dinilai baik oleh reviewer.” katanya

Menurutnya, LPPM berusaha memperbaiki dan mengevaluasi yang belum lolos sehingga untuk tahun anggaran 2019 perolehan dana hibah semakin meningkat. “Kami akan terus melakukan pendampingan bagi para peneliti dengan mengadakan workshop atau pelatihan.” Tuturnya.

Menuju Klaster Mandiri

Menurut Heru, LPPM merupakan lembaga yang sangat strategis karena memegang peranan yang sangat penting dalam implementasi dua dari tri dharma perguruan tinggi, yakni penelitian dan pengabdian masyarakat. “Peningkatan kinerja LPPM memberikan pengaruh yang positif pada peningkatan institusi dan poin akreditasi karena memberikan dampak yang banyak dari riset, publikasi, dan pengabdian masyarakat.” Ungkapnya.  “Saat ini kami sudah menerapkan sistem pengabdian masyarakat berbasis riset. Sehingga muara dari penelitian akan diaplikasikan dalam bentuk pengabdian masyarakat.” Kata Heru.

Sementara target ke depan adalah LPPM akan terus memacu daya penelitian dan pengabdian masyarakat para civitas Unissula. “Dengan adanya peningkatan publikasi sebagai luaran wajib, diperkirakan 2-3 tahun akan ada lonjakan publikasi. Sehingga, minimal 1-2 tahun ke depan target Unissula untuk meraih klaster mandiri akan segera terealisasikan.” Pungkasnya.


Undang Staf Khusus Menristekdikti, Unissula Bahas Revolusi Industri 4.0

(19) Revolusi Industri.docx

Unissula mengadaklan workshop dengan menghadirkan staf khusus Menristekdikti Dr Abdul Wahid Maktub bertempat di kampus Kaligawe (19/1).  Workshop menyikapi kebijakan kebijakan terbaru Kemenristekdikti dalam menyambut revolusi industri 4.0.

Meurut Abdul Wahid bahwa dewasa ini terjadi perubahan yang sangat cepat dalam semua sisi kehidupan hal itu salah satunya karena didukung oleh kemajuan teknologi yang menyentuh hampir semua lini kehidupan. Hal itu harus disikapi secara tepat jika tidak maka akan menunggu waktu menjadi usang dan ditinggalkan. “Mereka yang surviv di masa mendatang adalah mereka yang mampu memberikan respon yang tepat” Ungkap mantan dubes RI untuk Qatar tersebut.

Menyikapi perubahan yang sangat cepat, tak dapat diidentifikasi, kompleks, dan ambigu ini maka sangat diperlukan memiliki visi yang jelas, kesiapan, memiliki fokus yang jelas, serta tangkas dan gesit. “Karakter menjadi faktor pembeda di era ini  teknologi informasi memberikan kemudahan dan kecepatan sedangkan agama menjadi arah. Kita boleh cepat tapi arahnya harus tepat. Yang repot sudah lambat dan tak punya arah yang jelas” pungkas Abdul Wahab.

Revolusi industri pertama ditandai dengan ditemukannya mesin uap, revolusi industri kedua ditandai dengan ditemukannya listrik, revolusi industri ketiga ditandai dengan komputasi, dan saat ini kita memasuki era kombinasi dari ketiganya yang menjadikan semuanya berjalan sangat cepat.

Sementara itu Rektor Unissula Anis Malik Thoha Lc MA PhD menyatakan bahwa di era ini dunia pendidikan juga perlu berbenah mengantisipasi perkembangan tren yang sangat cepat ini. “Harusnya kampusnya harus memiliki spesifikasi 4.0, demikian juga dosen dan mahasiswanya juga harus memiliki spesifikasi 4.0.” pungkas Anis