Ibnu Al-Haitham, Ilmuwan Islam di Masa Lampau

Abu Ali Muhammad Al-Hassan Ibnu Al-Haitham atau Ibnu Haitham (Basra,965 – Kairo 1039).

Dikenal dalam kalangan cerdik pandai di Barat, dengan nama Alhazen. Beliau adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli di bidang sainsfalakmatematikageometri, pengobatan, dan filsafat. Beliau banyak melakukan penelitian mengenai cahaya, dan telah memberi ilham kepada ahli sains Barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalammenciptakan mikroskop dan teleskop.

 

Masa ilmuwan-ilmuwan Islam

Islam sering kali digambarkan sebagai agama yang mundur dan memundurkan. Islam juga dikatakan tidak menggalakkan umatnya menuntut dan menguasai pelbagai bidang ilmu. Kenyataan dan gambaran yang diberikan itu bukan saja tidak benar, tetapi bertentangan dengan hakikat sejarah yang sebenarnya.

Sejarah telah membuktikan betapa dunia Islam telah melahirkan banyak golongan sarjana dan ilmuwan yang cukup hebat di bidang falsafahsainspolitik, kesusasteraan, kemasyarakatan, agama, pengobatan, dan sebagainya. Salah satu ciri yang dapat diperhatikan dalam para tokoh ilmuwan Islam ialah mereka tidak sekadar dapat menguasai ilmu tersebut pada usia muda, tetapi dalam masa yang singkat juga dapat menguasai beberapa bidang ilmu secara bersamaan.

Walaupun tokoh itu lebih dikenali dalam bidang sains dan pengobatan, tetapi dia juga memiliki kemahiran yang tinggi dalam bidang agamafalsafah, dan sebagainya. Salah seorang dari tokoh tersebut ialah Ibnu Haitham atau nama sebenarnya Abu Ali Muhammad Al-Hassan ibnu Al-Haitham.

 

Perjalanan hidup

Di kalangan cerdik pandai Barat, beliau dikenal dengan nama Alhazen. Ibnu Haitham dilahirkan di Basrah pada tahun 354H/965 Masehi. Beliau memulai pendidikan di Basrah sebelum dilantik menjadi pegawai pemerintah di tanah kelahirannya. Setelah beberapa lama berkhidmat dengan pihak pemerintah, beliau kemudian merantau keAhwaz dan Baghdad. Di perantauan, beliau melanjutkan pendidikannya dan menumpukan perhatian pada aktivitas penulisan.

Kecintaan beliau pada ilmu telah membawanya berhijrah menuju Mesir. Di sana beliau melakukan beberapa pekerjaan penelitian tentang aliran dan saluran SungaiNil serta menyalin buku-buku tentang matematika dan falak. Tujuannya adalah untuk mendapatkan uang tambahan dalam menempuh perjalanan menuju Universitas Al-Azhar.

Hasil dari usahanya, beliau menjadi seo­rang yang sangat mahir di bidang sains, falak, mate­matik, geometri, pengobatan, dan falsafah. Tulisannya mengenai mata, menjadi salah satu rujukan  penting dalam bidang ilmu sains di Barat. Malahan kajiannya mengenai pengobatan mata telah menjadi asas pada ilmu pengobatan modern tentang mata.

 

Sains

Ibnu Haitham merupakan ilmuwan yang gemar melakukan penelitian. Penyelidikannya mengenai cahaya telah memberi ilham kepada ahli sains Barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop dan teleskop. Beliau merupakan orang pertama yang menulis dan menemukan berbagai data penting mengenai cahaya.

Beberapa buah buku tentang cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, antara lain Light dan On Twilight Phenomena. Kajiannya banyak membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana.

Menurut Ibnu Haitham, cahaya fajar bermula apabila mata­hari berada di garis 19o di ufuk timur. Warna merah pada senja pula akan hilang apabila mata­hari berada di garis 19oufuk barat. Dalam kajiannya, beliau juga telah berhasil menerangkan kedudukan cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan cahaya.

Ibnu Haitham juga turut melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar, dari situ ditemukanlah teori lensa pembesar. Teori itu telah digunakan oleh para ilmuwan di Itali untuk menghasilkan kaca pembesar yang pertama di dunia.

Lebih menakjubkan, Ibnu Haitham telah menemukan prinsip isi padu udara sebelum seorang ilmuwan yang bernama Trricella yang mengetahui perkara itu 500 tahun kemudian. Ibnu Haitham juga telah menemukan kewujudan tarikan gravitasi sebelum Issaac Newton mengetahuinya. Selain itu, teori Ibnu Hai­tham mengenai jiwa manusia sebagai satu rentetan perasaan yang bersambung-sambung secara teratur telah mengilhami para ilmuwan Barat untuk menghasilkan wayang gambar. Teori beliau telah membawa pada penemuan film yang kemudian disambung-sambung dan dipertunjukkan kepada para penonton sebagaimana yang kita lihat pada masa kini.

 

Filsafat

Selain sains, Ibnu Haitham juga banyak menulis mengenai falsafah, logik, metafisik, dan persoalan yang berkaitan dengan keagamaan. Beliau turut menulis ulasan dan ringkasan terhadap karya-karya sarjana terdahulu.

Penulisan falsafahnya banyak tertumpu pada aspek kebenaran dalam masalah yang menjadi perdebatan. Beliau juga berpendapat bahwa kebenaran hanyalah satu. Oleh sebab itu, semua dakwaan kebenaran wajar untuk diragukan dalam menilai semua pandangan yang sebelumnya sudah ada. Jadi, pandangannya mengenai falsafah sangat menarik untuk disoroti.

Bagi Ibnu Haitham, falsafah tidak boleh dipisahkan dari matematika, sains, dan ketuhanan. Ketiga bidang dan cabang ilmu ini harus dikuasai, dan untuk menguasainya seseorang harus memaksimalkan masa mudanya untuk mempelajarinya dengan sepenuhnya. Apabila umur semakin meningkat, kekuatan fisik dan mental akan turut mengalami kemerosotan.

 

Karya

Ibnu Haitham membuktikan pandangannya bahwa beliau begitu bergairah mencari dan mendalami ilmu pengetahuan pada usia mudanya. Maka beliau berhasil menulis banyak buku dan makalah. Di antara buku hasil karyanya:

  • Al-Jami’ fi Usul Al-Hisab, yang mengandung teori-teori ilmu matematika dan Analisa Matematika;
  • Kitab Al-Tahlil wa Al-Tarkib, mengenai ilmu geometri;
  • Kitab Tahlil Al-Masa’il Al-Adadiyah, tentang algebra;
  • Maqalah fi Istikhraj Simat Al-Qiblah, mengupas tentang arah kiblat bagi segenap rantau;
  • Maqalah fima Tad’ullaih, mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak; dan
  • Risalah fi Sina’at Al-Syi’r, mengenai teknik penulisan puisi.

 

Sumbangan Ibnu Haitham kepada ilmu sains dan filsafat sangat banyak. Karena itu, Ibnu Haitham dikenal sebagai seorang yang miskin materi, tetapi kaya akan ilmu pengetahuan. Beberapa pandangan dan pendapatnya masih relevan hingga saat ini.

Sebagian karya beliau telah “dicuri” oleh ilmuwan Barat tanpa memberi penghargaan yang patut kepada beliau. Barat patut berterima kasih kepada Ibnu Haitham dan para sarjana Islam karena tanpa mereka kemungkinan dunia Eropa masih diselubungi kegelapan.

Kajian Ibnu Haitham telah menyediakan landasan pada perkembangan ilmu sains, dan pada masa yang sama tulisannya mengenai falsafah telah membuktikan keaslian pemikiran sarjana Islam dalam bidang ilmu tersebut yang tidak lagi terbelenggu oleh pemikiran filsafat Yunani. (http://id.wikipedia.org)

 

 


APA ITU PHP-PTS?

Program Hibah PHP-PTS

Program Hibah PHP-PTS

PHP-PTS adalah singkatan dari “Program Hibah Pembinaan-Perguruan Tinggi Swasta” ini adalah program hibah Ditjen Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) dalam rangka meningkatkan kapasitas institusi. Program hibah ini tidak bersifat kompetisi, namun tetap berdasarkan evaluasi atas rencana dan kebutuhan masing-masing PTS. Dana diberikan dalam bentuk blok dengan besaran dana disesuaikan dengan usulan dan pagu anggaran yang ada. Dana hibah tersebut digunakan oleh PTS sesuai dengan usulan anggaran yang telah disetujui dan dilakukan dengan mengikuti peraturan perundang-undangan yang ada secaratransparan dan akuntabel. Pertanggung-jawaban penggunaan dana dilakukan melalui post audit sesuai dengan tertib administrasi anggaran negara yang baku.

Saat ini, Ditjen Dikti mengelola sekitar 3.200 institusi yang berbentuk Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik, dan Akademi, baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun oleh masyarakat. Melalui program hibah ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya institusi yang mandiri, sehat, dikelola dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good university governance), berorientasi pada peningkatan mutu, transparan dan  akuntabel sehingga mutu PTS meningkat dan mampu menghasilkan lulusan yang bermutu dan berdaya saing tinggi.

Keberhasilan PTS dalam melaksanakan PHP-PTS akan diukur menggunakan indikator kinerja utama: perbaikan layanan pendidikan untuk menuju peningkatan status akreditasi program studi, peningkatan mutu dan relevansi program studi, dan peningkatan daya tampung. Selain indikator kinerja utama tersebut, PTS dapat mengusulkan indicator tambahan yang sesuai dengan program yang diusulkan. Sampai dengan sekarang, PHP-PTS telah memasuki Tahun Anggaran 2013 sejak pertama kalinya dilaksanakan pada tahun 2008.

Besarnya dana hibah disesuaikan dengan kebutuhan institusi yang tercermin dari kompleksitas program pengembangan yang diajukan dalam proposal. Besarnya pagu hibah maksimum ditetapkan berdasarkan jenis institusi: Universitas: Rp 2 milyar, Institut: Rp 1 milyar, Sekolah Tinggi: Rp 1 milyar, Politeknik: Rp 1 milyar, dan Akademi: Rp 500 juta. Dana yang akan diberikan tersebut didasarkan atas kelayakan usulan, jumlah mahasiswa aktif serta status dosen yang ada pada PTS pengusul.

 

Dana hibah dapat digunakan untuk:

  1. Membiayai pelatihan tak bergelar bagi tenaga akademik dan non akademik,untuk peningkatan tata kelola atau peningkatan pembelajaran. Pelatihan dapat dilaksanakan dengan mengirimkan ke institusi lain atau in-house training.
  2. Pengadaan sarana dan prasarana untuk penunjang kegiatan akademik, antara lain: peralatan laboratorium, perpustakaan, sarana perkuliahan dan praktikum, pembuatan kebun percobaan.
  3. Perbaikan/renovasi atau pembangunan baru ruangan kuliah, laboratorium dan perpustakaan.

 

Dana hibah tidak dapat digunakan untuk pengadaan sarana kendaraan (motor dan mobil) meskipun untuk keperluan kantor/manajemen. Pemberian bantuan dana hibah nilainya dapat lebih dari plafon yang telah ditetapkan apabila usulan mendukung ketercapaian misi Kemdikbud dan patut serta layak didanai.

Meski demikian, Institusi pengusul wajib menyediakan dana pendamping minimal 10% dari dana yang diajukan untuk mendapat pendanaan dari Ditjen Dikti, dan harus mencukupi (serta dialokasikan), dana pendamping tersebut antara lain dapat digunakan untuk kebutuhan: pembuatan modul perkuliahan, lokakarya atau seminar terkait peningkatan kualitas pembelajaran atau tata kelola institusi, pengelolaan kegiatan baik di tingkat institusi maupun di tingkat internal termasuk insentif bagi pengelola program dan aktivitas, monitoring juga evaluasi internal, dan untuk biaya operasional dan pemeliharaan peralatan yang akan diperoleh melalui kegiatan ini. Dana pendamping tersebut disediakan dan dihitung sesuai dengan termin pembayaran dana seperti tertuang dalam kontrak, dan akan dijadikan sebagai salah satu pra syarat untuk realisasi kontrak dengan Ditjen Dikti. Informasi lengkap tentang program PHP-PTS ini dapat dilihat di situs http://www.dikti.go.id

Pada Tahun Anggaran 2012 lalu, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) kembali  dipercaya untuk dapat memperoleh dan mengelola dana hibah tersebut. Dana hibah PHP-PTS yang diterima UNISSULA  pada TA 2012 lalu sebesar Rp 1,5 milyar  yang dikhususkan untuk program Peningkatan Kualitas Kelembagaan dan Mutu Pembelajaran Menuju Cyber University. Penggunaan dana tersebut dibagi menjadi enam paket pengadaan dan satu program pelatihan staff non-gelar. Enam paket tersebut meliputi pengadaan alat laboratorium, pengadaan peralatan Teknologi Informasi Komunikasi dan pendidikan, pengadaan software aplikasi, pengadaan furniture kelas/laboratorium, pengadaan peralatan pendukung serta renovasi kelas yang digunakan Fakultas Agama Islam, Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan, Fakultas Hukum dan Fakultas Teknologi Industri.


YANG MUDA YANG PROFESIONAL: DI BALIK SUKSES ACARA WISUDA UNISSULA

Meski sempat mati lampu kurang lebih sekitar 30 detik di hari pertama (19/10/2012), acara Wisuda ke-64 UNISSULA di lantai 3 Gedung Ar-Razi (Gedung B Fakultas Kedokteran) UNISSULA secara umum berjalan lancar dan sukses.  Ini adalah kali pertama saya meliput acara wisuda di UNISSULA, ada satu hal yang menarik perhatian saya, di antara banyak hal baru yang saya temui. Yaitu orang-orang muda di balik “layar megahnya” acara Wisuda ke-64 UNISSULA. Mereka adalah Tim Produksi Cyber-Media, di bawah koordinasi BSI (Biro Sistem Informasi) UNISSULA. Tim ini bertugas meliput jalannya acara wisuda hingga dirilis menjadi sebuah dokumentasi multimedia wisuda dari awal hingga akhirnya.

Saat pertama masuk ruang kontrol audio-video (MCR) di lokasi wisuda. Saya tertarik dengan suasana kerja tim “yang hidup” dari beberapa orang di dalam ruang berukuran 4×5 tersebut. Sebagian yang lain ada di luar ruangan sebagai pengambil gambar foto/video. Mereka berbagi tugas dengan baik, sesekali bercanda, tapi tetap fokus pada peran masing-masing.

Meski rata-rata usia mereka antara 19-25 tahun, namun kontribusi mereka dalam tim sungguh sangat membanggakan bagi UNISSULA. Terlebih untuk acara wisuda, di mana seluruh orang tua dan keluarga wisudawan dari berbagai daerah (sebagai representatif masyarakat secara luas) hadir menyaksikan acara tersebut. Belum lagi dengan undangan khusus, para tokoh nasional yang dihadirkan sebagai pembicara; seperti Bapak Muliaman D. Haddad, Ph.D. (ketua OJK), Bapak Anies Baswedan, P.Hd., dan perwakilan Kopertis Jawa Tengah.

Slide-slide multimedia garapan sendiri dan hasil shoot kamera live video yang disuguhkan menjadikan tontonan dan hiburan tersendiri yang menarik bagi hadirin; mereka pun betah duduk di tempatnya masing-masing. Saat mengiringi tim Paduan Suara UNISSULA pun tampilan video latar yang ditayangkan terasa sangat pas, sesuai dengan lagunya sehingga menarik untuk dinikmati.

Siapa yang sangka, semua itu adalah hasil kerja tim Cyber-Media yang katagori usia mereka masih sangat muda. Ini bukan satu pekerjaan yang mudah untuk dilakukan oleh anak-anak muda zaman sekarang tanpa mereka memiliki tanggung jawab, dedikasi, dan komitmen yang baik pada hasil kerja yang sempurna. Mereka juga harus banyak berlatih dan membiasakan diri dengan aneka hardware dan software yang digunakan agar cepat mengambil keputusan saat terjadi miss or error. Mereka harus memiliki rasa kebersamaan yang tinggi sebagai sebuah tim solid mengingat pekerjaan ini tidak bisa dilakukan sendirian. Meski masing-masing punya kepribadian dan ego yang beragam, namun saat bekerja dalam tim, sukses bersamalah yang dikedepankan. Apalagi hasil pekerjaan mereka adalah pertaruhan nama baik UNISSULA di mata publik.

Mereka adalah Rayesh (Switcher); Arofiq (FD); Irwan, Joko, Bowo, Ragil, Azis, (Kameramen); Syafiq (Foto); Limpat (Playlist); Haidar (Title); Ariyanto, Fatur (Teknisi); Andi, Aan (Streaming Live/DMB); Arif (Unit); Lutfi (Editor); dan Desri sebagai penangung jawab tim.

Perencanaan, persiapan peralatan, dan gladibersih acara adalah kunci sukses dari tim ini. Merekalah yang juga berada di balik pembuatan profil fakultas dan UNISSULA, dokumentasi seminar, berbagai acara penting di kampus, dan lain-lain dalam format multimedia. (DRH)

 


Analog To Digital, Unissula Siap Mental

Teknologi Informasi memang sedang merajai industri dunia. Ukuran besar layar TV ternyata tidak cukup jika informasi yang diberikan sangat terbatas, maka muncul televisi yang dapat terhubung dengan internet dan memungkinkan kita mendownload tayangan yang kita inginkan langsung dari remote TV. Manusia saat ini tak hanya puas dengan informasi yang terbatas, manusia haus akan informasi setiap saat. Karenanya segala bentuk inovasi dilakukan demi memenuhi kebutuhan tersebut.
Perhatikan data-data berikut, jumlah pengguna internet 57,8 juta tahun 2010 di Indonesia, pengguna telepon genggam mencapai 170 juta dan penetrasi sektor telekomunikasi bergerak akan mencapai puncak pertumbuhannya hingga 50 % pada dua-tiga tahun mendatang. Angka yang cukup mencengangkan bagi yang menganggap data ini sebagai informasi. Akan ada banyak respon dengan berbagai perspektif dimana kita melihat ada suatu yang luar biasa yang sedang terjadi saat ini.
Iphone dan Blackberry mungkin merupakan role model bagi apa yang saat ini kita kenal dengan sebutan smart phone. Smart Phone menjadi istilah yang familiar di telinga kita dua tahun belakangan ini. Smart Phone adalah telepon genggam pintar yang menawarkan kemudahan dan kelincahan dalam hal konektivitas. Terhubung dengan internet dan memiliki kemampuan untuk dapat mengakses situs-situs dengan mudah. Smart phone merupakan jawaban atas persoalan mobilitas manusia yang semakin tinggi dan haus informasi kapan saja dimana saja dengan waktu yang terbatas dan tempat yang nomaden. Mari kita tengok masyarakat kita. Masyarakat kita adalah penikmat smart phone yang cukup banyak dibandingkan negara-negara lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa gaya hidup masyarakat kita telah bergeser dari tradisional menuju modern.
Namun Smart Phone hanyalah satu dari sekian banyak inovasi lainnya dibidang teknologi informasi. Bagi kehidupan universitas tentu pemanfaatan teknologi informasi sangatlah krusial untuk bisa dipahami. Ada banyak universitas dunia yang telah berhasil mengaplikasikan berbagai macam penemuan baru dibidang teknologi komunikasi pada kehidupan kampus mereka. Seperti contoh, calon raksasa Asia yang baru yakni Korea Selatan. Terlepas dari polemik politiknya yang terus berlanjut, Korea Selatan berusaha bangkit dari keterpurukannya. Mampu berubah dari ‘zero to hero’. Korea Selatan memiliki kemampuan yang sangat baik dibidang IT. Penggunaan IT dalam kehidupan sehari-hari di Korea Selatan telah mampu disejajarkan dengan Negara maju lainnya. Kebangkitan Korea Selatan ini tak lepas dari pemahamannya atas pentingnya sumber daya manusia. Mereka menyadari kondisi sumber daya alam mereka yang kurang menguntungkan, karena itu mereka berusaha dengan keras untuk membangun sumber daya manusia mereka menjadi lebih berkualitas dan unggul. Berangkat dari kesadaran tersebut, maka pemerintah senantiasa memberikan fasilitas yang cukup bagi universitas-universitas mereka.
Penerapan IT ini bisa kita lihat salah satunya di Sungkyunkwan University. Universitas tertua di Korea Selatan tersebut memberikan fasilitas berupa Koran elektronik di perpustakaan mereka. Koran elektronik tersebut berupa layar touch screen yang didalamnya memuat arsip Koran dari yang terbaru hingga yang paling lama. Hal ini sangat memudahkan para mahasiswa saat hendak mencari tahu sebuah berita. Membaca Koran di rumah bukan lagi menjadi rutinitas. Membaca Koran bisa dimana saja dan tanpa perlu kerepotan membuka lembarannya yang besar. Mudah dan praktis. Tak hanya itu, mereka juga menyediakan fitur Subway Map di handphone mereka. Tujuannya memudahkan para pelajar maupun masyarakat umum lainnya dalam mencari rute subway dan meminimalisir keterlambatan. Masyarakatnyapun berubah menjadi disiplin.
PBB dan ITU (International Telecommunication Union) melalui WSIS (World Summit on the Information Society) yang merupakan forum teknologi informasi dan komunikasi sepakat untuk mencanangkan pada tahun 2015 kaitannya dengan dunia pendidikan adalah sebagai berikut: Menghubungkan Universitas, Akademi, Sekolah,
pusat ilmu dan penelitian , perpustakaan umum, Pusat Kebudayaan, Museum, Kantor Pos dan Kearsipan dan seluruh Instansi Pemerintah dan Daerah dengan teknologi informasi. Demikian pula badan ini memastikan pada tahun yang sama lebih dari setengah penduduk dunia mempunyai akses dengan Teknologi Informasi dan komunikasi.
Korea Selatan, negara yang secara geografis jauh lebih kecil dari Indonesia dan tidak lebih kaya sumber daya alamnya mampu bangkit dengan cepat. Maka dari itu Indonesia pun harus belajar banyak dari bagaimana negeri ginseng tersebut mampu merajai IT saat ini. Kita harus mampu mengubah pola pikir kita. Indonesia memang kaya sumber daya alam, karena itu sumber daya manusianya pun harus memiliki kualitas yang cukup untuk mampu mengolahnya.
Pemahaman dan kesadaran yang kuat akan hal tersebut akan menjadi bekal pendorong kita dalam meningkatakan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan tersebut dapat kita awali dari dunia pendidikan khususnya pendidikan di perguruan tinggi. Bertolak dari kesadaran tersebut, maka Universitas Islam Sultan Agung Semarang kini telah meluncurkan teknologi informasi terbaru di Indonesia. T-DMB atau Terrestrial Digital Multimedia Broadcasting. T-DMB merupakan perubahan metode penyiaran dari analog menuju digital. Seharusnya hal tersebut telah lama dilakukan mengingat telah ada cukup banyak negara yang mengaplikasinyannya seperti Inggris, Belanda, Jerman, Prancis, Turki, Cina, India, Malaysia, Amerika, Meksiko, Brasil, Peru dan Korea Selatan. Konsep hijrah analog ke digital oleh Unissula dilatarbelakangi bahwa digitalisasi Multimedia disegala jenis aktivitas kehidupan dan diseluruh dunia pasti terjadi dan tinggal menunggu waktu implementasi. Diselaraskan dengan Digitalisasi Multimedia Indonesia ditargetkan secara menyeluruh Tahun 2018, sehingga apabila dilakukan implementasi sejak dini maka selama proses persiapan akan dilakukan riset-riset aplikatif produktif dan UNISSULA dapat berperan sebagai partner strategis pemerintah dalam pelaksanaan program tersebut karena universitas ini telah memilik infrastruktur T-DMB. Mengacu kepada program Research & Commercial Application sehingga SDM Unissula memiliki potensi, kompetensi dan pengalaman membangun digitalisasi multimedia, maka diharapkam program ini menjadi barometer penerapan teknologi tersebut oleh semua kalangan baik Pendidikan/Kampus, Pemerintah dan usaha.
Maka bekerjasama dengan Korea Selatan dan MIMOS Malaysia, T-DMB ini telah berhasil diluncurkan 8 Desember 2010 lalu. Dengan adanya T-DMB tentu akan diproyeksikan meningkatkan kegiatan serta kualitas dari mahasiswa Unissula. Mahasiswa akan lebih mudah dalam mengakses materi perkuliahan dan mendapatkan informasi yang lebih banyak melalui adanya media ini. Dengan menggabungkan smart phone, PC Tablet dengan modul receiver T-DMB maka pencapaian atas apa yang diharapkan bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Secara teknis pilihan mengapa TDMB yang dipilih antara lain didasarkan pada pertimbangan hemat penggunaan frekuensi, hardware lebih compact dan hemat space, Fleksibel dalam penggunaan bandwidth dan tentunya mengikuti Trend dan prospek pengembangan teknologi.
Teknologi T-DMB ini selangkah lebih maju dibandingkan teknologi penyiaran yang lain karena adanya konvergensi antara teknologi broadcasting Audio, Video dan Data. Dapat digambarkan sebagai Radio, TV dan Internet dalam satu paket. Unissula berusaha menangkap kebutuhan akan informasi dan mobilitas civitas akademikanya yang tinggi. Dua hal yang menjadi masalah baru yang akhirnya mendorong pada kebutuhan yang baru pula. Oleh karena itu universitas ini telah melakukan restrukturisasi layanan kampus dengan cara membangun database kampus dan konten pembelajaran melalui multimedia, memperbarui kurikulum, meningkatkan kualitas mahasiswa tiap fakultas, memperbarui metode pengajaran, marancang ulang infrastruktur kampus dan standardisasi sistem manajemen kampus. Dengan restrukturisasi tersebut maka pengaplikasian T-DMB dapat lebih maksimal.
Disamping itu modal yang dimiliki boleh dibilang cukup yakni para lulusan yang kualitasnya dapat diperhitungkan dalam membangun konten dan penguasaan teknisnya dan gagasan besarnya memajukan pendidikan di Indonesia. Dengan modal tersebut diharapakan IT dapat menjadi dasar utama denyut kehidupan pendidikan ke depan.


MENGOPTIMALKAN PENCARIAN DENGAN GOOGLE

Sering kita memerlukan informasi untuk membantu mencari solusi persoalan yang sedang kita hadapi. Atau sekedar mencari pengetahuan supaya tidak dianggap kurang pergaulan dan gagap teknologi. Kalau kebetulan rumah kita bersebelahan dengan perpustakaan, maka tidak perlu waktu lama untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan hanya dengan mendatangi perpustakaan. Tetapi kalau kita sedang berada jauh dari perpustakaan, maka ada sarana yang jauh lebih lengkap, dan jauh lebih cepat dibandingkan dengan mendatangi perpustakaan. Sarana itu adalah mesin pencari (Search Engine).

Google adalah mesin pencari terpopuler saat ini. Dengan Google, informasi apapun yang kita butuhkan dapat kita dapatkan. Tetapi karena begitu banyak informasi yang keluar saat kita mencari dengan Google, perlu pemilihan informasi yang pas, supaya informasi yang kita butuhkan tidak salah. Karena kata slogan Too much information is not information at all. Informasi yang terlalu banyak akan menjadi informasi yang tidak kita  butuhkan. Sehingga perlu tips – tips dalam format penulisan kata kunci pencarian.

 

Tanpa penambahan atribut lain, maka yang akan muncul saat kita memasukkan keyword adalah semua situs, tanpa type file.

Nah, untuk memfilter informasi tersebut, kita dapat memberikan lagi perintah advanced supaya kita mendapatkan informasi yang tepat. Tetapi hal pertama yang perlu diketahui dalam memasukkan kata kunci adalah :

1.      Gunakan kata kunci sederhana. Jika Anda  mencari suatu perusahaan, ketikkan saja nama perusahaan, atau apapun yang anda ingat. Jika  Anda mencari suatu konsep, tempat, atau produk, maka mulailah dengan namanya. Jika yang Anda cari adalah restoran Pizza, ketikkan saja pizza dan nama kota anda atau kode pos. Kebanyakan pencarian tidak menginginkan operator tambahkan atau sintaks yang aneh aneh..

  1. Pikirkan bagaimana hakaman yang anda cari dituliskan. Mesin pencari bukanlah manusia, melainkan hanya suatu program yang memadankan kata-kata  yang kita berikan ke halaman web. UGunakan kata-kata yang sekiranya muncul di halaman. Sebagai contoh, daripada mengatakan “kepalaku sakit”, lebih baik katakan “pusing”, karena kata inilah yang akan digunakan oleh halaman medis.
  2. Jelaskan apa yang Anda perlukan dalam kalimat sesingkat mungkin. Sebagai contoh, “Cuaca Semarang” adalah cara singkat untuk mencari tahu tentang cuaca di kota Semarang dan akan memberikan hasil yang lebih baik disbanding jika Anda menggunakan kalimat “Laporan cuaca untuk Semarang Indonesia”
  3. Pilih kata yang deskriptif. Semakin unik suatu huruf, semakin dekat Anda dengan hasil yang relevan. Kata kata yang sangat tidak deskriptif , seperti “dokumen”, website”, “company”, atau “info” biasanya tidak diperlukan. Perlua diingat bahwa sekalipun kata kunci yang diinputkan mempunyai arti yang benar tetapi hamper tak seorangpun menggunakannya, maka tidak akan mendapatkan halaman yang cocok (match). Contoh “celebrity ringtones jauh lebih deskriptif dibandingkan “celebrity sounds”.

Tips – tips lainnya

  • Tanda “”

Dengan menambahkan tanda petik dobel di awal dan akhir kata kunci, maka berarti Anda menginginkan pencarian yang sama persis dengan kata kunci yang anda masukkan.

Dengan menggunakan tanda petik, maka menghindarkan Anda dari hasil yang tidak perlu. Jadi jika Anda menginginkan pencarian kata yang tidak harus sama persis frasenya, maka tanda petik tidak diperlukan.

  • Pencarian dalam situs tertentu (site:)

Google Mengijinkan Anda untuk  melkukan pencarian di situs tertentu. Sebagai contoh, query [ iraq site:nytimes.com ] akan menghasilkan halaman – halaman tentang Iraq tetapi hanya dari situs nytimes.com. Query yang lebih sederhana misalnya [ iraq nytimes.com ] atau  [ iraq New York Times ] biasanya lebih bagus, walaupun query – query  tersebut mungkin akan menghasilkan halaman dari situs lain yang disebut oleh New York Times. Anda juga dapat mengkhususkan suatu kelas situs secara keseluruhan, contohnya [ iraq site:.gov ] akan menghasilkan informasi hanya dari domain a .gov dan [ iraq site:.iq ] hanya akan menghasilkan halaman dari situs Iraq.

 

  • Term yang ingin dihindari

Dengan menambahkan tanda minus (-) sebelum kata kunci, menunjukkan bahwa Anda tidak ingin halaman – halaman yang mengandung keyword yang Anda masukkan tampil. Tanda minus seharusnya muncul sebelum kata dan diikuti dengan spasi.  Sebagai contoh , dalam query [ anti-virus software ], tanda minus digunakan sebagai hyphen dan tidak akan dianggap sebagai symbol exclusion, sehingga query [ anti-virus -software ] akan mencari kata – kata ‘anti-virus’

  • Wildcard (*)

Simbol *, atau  wildcard, adalah fitur  powerful yang jarang diketahui.  Jika Anda menyertakan symbol ini ke dalam query, maka Google akan memperlakukan wildcard sebagai karakter sembarang yang berkaitan. Sebagai contoh, pencarian [Google *] akan memberikan hasil tentang semua tentang produk – produk Google). Catatan bahwa operator * hanya bekerja pada satu kata bukan bagian dari kata.

  • Pencarian tepat (+)

Jika dalam melakukan pencarian ditambahkan tanda “+” sebelum kata yang dicari (tanpa spasi) maka Google akan mencari kata yang persis sama. Sebagai contoh, jika kita ingiin mencari kata Down, maka ketikkan +Down di kotak keyword supaya yang muncul hanya kata – kata Down.

  • Operator OR
    Jika Anda ingin mencari beberapa kata sebagai kata kunci, maka gunakan operator OR (huruf besar).  Sebagai contoh, [ Rumah OR MObil ] akan memberikan hasil keduanya yaitu Rumah maupun mobil

Nah jadi jika anda mencari informasi, pastikan keyword yang Anda masukkan benar agar informasi yang anda inginkan dapat Anda peroleh dengan cepat. Selamat mencoba.

Ditulis oleh Asih Widi Harini, SSi, MT

Ka. Sub. Bag. Application Services di Biro Sistem Informasi UNISSULA

 


MUDAHNYA MENGGUNAKAN CAKE PHP

A. Sekilas Tentang CAKEPHP

CakePHP adalah sebuah frame work yang digunakan untuk membuat aplikasi CRUD (Create, Read, Update, Delete) berbasis pemrograman PHP, berfungsi sebagai alat pengembang aplikasi yang memudahkan bagi programmer PHP untuk secara cepat membuat project nya,  karenanya cakephp memungkinkan pengguna PHP di semua tingkatan untuk secara cepat mengembangkan aplikasi web yang kuat.

CakePHP hadir sebagai alternatif bagi Anda yang masih kesulitan mempelajari framework. Sesuai dengan namanya, CakePHP  menawarkan kemudahan dalam membuat aplikasi web dengan cepat (RAD: Rapid Application Development), menjadikan belajar framework se-enak menikmati kue favorit. Contohnya, dengan fitur Scaffolding, Anda bisa membuat operasi CRUD (Create, Read, Update, Delete) hanya dengan menambahkan code : var $scaffold pada file controller anda, padahal kalau Anda membuatnya secara manual membutuhkan bahkan ratusan baris kode.

CakePHP merupakan framework yang memiliki segudang fitur yang juga sudah support Ajax dan ORM (Object Relational Model), namun terbatasnya panduan dan tutorialnya menjadi kesulitan tersendiri untuk mempelajarinya.  Padahal sebenarnya belajar CakePHP tidak sesulit yang dibayangkan. dengan cara mempelajari Dasar-Dasar Framework CakePHP atau membeli buku serta membaca  artikeyang membahas mulai dari Definisi, Instalasi, Konfigurasi, Penanganan HTML dan Database, Operasi CRUD, Teknik CakePHP (Scaffolding, Paging, Upload File, dll), Components (Authentication & Session) maka Anda akan  semakin mudah untuk memahaminya.

B. Beberapa kelebihan CakePHP adalah :

  1. Open Source
  2. Dokumentasi lengkap
  3. Berbasis OOP dengan konsep MVC (Model View Controller)
  4. CakePHP memungkinkan pengaturan user dan hak aksesnya dalam aplikasi yang kita kembangkan, dengan sarana yang lebih mudah dipahami. Fitur ini dikenal dengan nama Access Control List (ACL).
  5. Scaffolding. inilah fitur yang jarang didapat pada framework lain. Hanya dengan menambahkan pada file controller Anda code : var $scaffold ; maka Cake akan secara otomatis mengenerate semua yang dibutuhkan untuk membuat aplikasi CRUD (Create, Read,Update, Delete) .

C. Fitur – fitur yang ada dalam CakePHP:

  1. Komunitas yang aktif dan bersahabat.
  2. Lisensi yang fleksibel.
  3. Kompatibel dengan PHP versi 4 dan 5.
  4. Operasi CRUD yang terintegrasi untuk interaksi dengan basis data.
  5. Scaffolding aplikasi.
  6. Otomatisasi pembuatan code (code generation).
  7. Arsitektur MVC (Model View Controller).
  8. Validasi data yang terintegrasi.
  9. Sistem templating yang cepat dan fleksibel..
  10. Email, Cookie, Keamanan, Session, dan komponen Request Handling.
  11. ACL (access control list ) yang fleksibel.
  12. Sanitasi Data.
  13. Dapat bekerja dari direktori web dimana saja. (windows, Linux, Mac)

D. Berikut akan saya jelaskan tutorial konfigurasi CakePHP bagi pemula:

1.      Instalasi  xampp

a.          Download xampp http://www.apachefriends.org/en/xampp-windows.html

b.      Ketikkan  http://localhost/phpmyadmin pada browser. bila halaman phpmyadmin muncul maka instalasi langkah awal sudah berhasil.

2.      Download cakephp versi 1.3.x.x pada halman http://cakephp.org/ dan extract pada directory anda, misal: c:\xampp\htdocs, lalu rename folder cakephp-1.3.xx menjadi “cakephp”

Susunan Folder CakePhp:

Penjelasannya sebagai berikut : Terdapat 4 buah folder utama, yaitu app, cake, plugins dan vendors. Folder app merupakan tempat menyimpan aplikasi yang kita buat, folder cake merupakan library cakephp dan folder ini jangan diutak-atik, folder vendors merupakan tempat menyimpan library tambahan dari pihak ketiga. Didalam folder app terdapat beberapa folder yang harus lebih kita perhatikan dengan seksama, seperti :

config Menyimpan konfigurasi files seperti database, ACL, bootstrap, routes dll.
controllers Menyimpan file-file controllers.
libs
locale __
models Menyimpan models database.
plugins Menyimpan paket plugin.
tests
tmp Menyimpan temporary data.
vendors Tempat menyimpan library pihak ketiga.
views Menyimpan file-file yang berhubungan dengan tampilan.
webroot Menyimpan file-file gambar, CSS, javascript dll.

3.      Mengubah Nilai Security Salt & chipherseed

Pengubahan nilai dengan cara :

a.       Buka/ubah file core.php di folder i /app/config/core.php.
Ubah pada Configure::write(‘Security.salt’,‘g2teyrud78cjfkeo9akfhrtma0petwoqn7d5bfhgoe’) misalnya dengan Configure::write(‘Security.salt’,‘fahmirud78cjfkeo9akfhrtma0petwoqn7d5bfhgoe ‘);

b.      Ubah pada baris Configure::write(‘Security.cipherSeed’,’12328467589102938767487654637812′) misalnya dengan Configure::write(‘Security.cipherSeed’,’123458467589102938767487654637812‘);

4.      Mengaktifkan Rewrite Module

Edit file  httpd.conf dengan cara :

a.       Buka/ubah file httpd.conf dari Apache web server. Bisa ditemukan di dalam folder c:\xampp\apache\conf

b.      Cari kata LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so Hapus tanda # (tanda pagar) pada baris depan

c.       Lalu restart service apache pada aplikasi xampp nya

5.      Testing di browser local

Buka webrowser anda, format alamatnya adalah http://localhost/aplikasi_anda/, contoh dengan mengetikkan http://localhost/cakephp

 

 

Welcome Page tanpa load module rewrite_module

 

Welcome Page dengan load module rewrite_module

6.      Koneksi database

Untuk melakukan koneksi terhadap database di CakePhp cukup simple. Dicontoh ini menggunakan database engine MySQL. Buatlah 1 buah database, sebagai contoh dengan nama dbcakephp dengan 1 buah table students dengan kolom ID (Char [3]), NM_SISWA (Varchar [50]) dengan kolom ID sebagai primary keynya. Pembuatan database dan table bisa melalui phpmyadmin atau database tools lainnya. Langkah-langkah koneksi dengan CakePhp sebagai berikut :

1. Jika pertama kali menggunakan CakePhp, ubah nama file database.php.default menjadi database.php. File tersebut terletak di directory /app/config/database.php.default didalam folder CakePhp.
2. Lakukan perubahan pada bagian DATABASE_CONFIG dan isikan nilai $default dan $test dengan parameter-parameter yang dibutuhkan untuk melakukan koneksi ke dalam database yang tersedia. 

Driver diisi dengan database enginge yang digunakan, persistent diisi dengan value true/false, host diisi dengan lokasi dari database server, login dan password diisi dengan username dan password yang dapat digunakan untuk melakukan akses ke dalam database, database diisi dengan nama database yang kita gunakan dan prefix bisa juga kita kosongkan.

3. Dicontoh ini mengisi DATABASE_CONFIG dengan value berikut ini : 

class DATABASE_CONFIG {

var $default = array(

‘driver’       => ‘mysql’,

‘persistent’   => false,

‘host’         => ‘localhost’,

‘login’        => ‘root’,

‘password’     => ”,

‘database’     => ‘dbcakephp’,

‘prefix’       => ”,

);

var $test = array(

‘driver’       => ‘mysql’,

‘persistent’   => false,

‘host’          => ‘localhost’,

‘login’        => ‘root’,

‘password’     => ”,

‘database’     => ‘dbcakephp’,

‘prefix’       => ”,

);

}

4. Jalankan CakePhp, jika berhasil koneksi ke database akan mengirimkan pesan ‘Cake is able to connect to the database.’ dan jika tidak berhasil koneksi ke database akan menampilkan pesan ‘Cake is NOT able to connect to the database.’ 

 

Berhasil koneksi ke database

Gagal koneksi ke database

 

Bagaimana menurut Anda? Cukup mudah bukan? SELAMAT MENCOBA!

Ditulis dan disusun oleh Fahmi Anhar Cholid, ST

Programmer Biro Sistem Informasi (BSI)-UNISSULA


Mempopulerkan BUDAI UNISSULA

Berangkat dari perhatian saya mengenai persoalan BUDAI (Budaya Akademik Islami) di UNISSULA, sebuah Akronim yang menjadi icon UNISSULA untuk mendeskripsikan konsep Akademik yang bernafaskan Islam. Buat komunitas akademik UNISSULA, akronim ini sudah bukan hal asing, tp bagi Masyarakat, ini menjadi hal yang perlu menjadi Kajian bagi akademisi UNISSULA untuk bagaimana masyarakat bisa mengenal dan memahami konsep yang ingin UNISSULA Implementasikan pada anak-anak didik sebagai calon Generasi Khaira Ummah. Akronim Budai kalau boleh jujur adalah istilah yang tidak begitu popular di dunia cyber, ketika saya coba searching di google (search engine terpopuler versi blogger) dengan key word ‘Budai’ maka yang muncul adalah beberapa informasi yang tidak relevan dengan BUDAI milik UNISSULA, pada bulan Mei saya coba index di google, Alhamdulillah ada tulisan yang ditulis di sebuah blog mahasiswi UNISSULA dan terindex di urutan no 2 dengan index” BUDAI”  tulisan yang berjudul Adab Berbusana di Unissula di blog ” Sibolalucu’s Blog“, ternyata tulisan ini adalah tulisan untuk Tugas MK IT Literacy yang saya berikan ke Mahasiswa IT Fakultas Kedokteran dengan topic ” Adab Berbusana Islami di UNISSULA ” tujuan tugas ini sebenarnya adalah untuk mempopulerkan tulisan kita ketika di searching di Internet.
Bagaimana dengan usaha kita untuk mempopulerkan BUDAI di masyarakat, salah satu media yang cukup handal adalah Internet, saya berpendapat bahwa usaha satu orang saja bisa membuat Google meng-index tulisan tersebut, bagaimana bila semua mahasiswa UNISSULA melakukan hal yang sama dengan beberapa kata kunci tertentu..??, Ketika saya bertemu Mas Ari Sentani (Mawapres UNISSULA 2007) saya coba share ide saya ini, karena dia kebetulan juga membantu PR UNISSULA.. Bagaimana kalau kita buat sebuah kegiatan untuk mengenalkan konsep BUDAI UNISSULA ke Masyarakat sehingga masyarakat menjadi lebih mengerti dengan konsep ini, saya yakin banyak SDI di UNISSULA yang bisa membuat posting tulisan mengenai BUDAI atau mengenai islam di kampus UNISSULA dengan sangat baik, Sebut saja Ustadz Qomaruddin, ustadz Ali Bowo, Ustadz Sarjuni, Ustadz Ali Mansyur dan ustadz-ustadz di UNISSULA yang bisa memberikan posting tulisan mengenai banyak hal terkait Budai di UNISSULA. dan bila dijadikan sebagai Kegiatan kompetisi mempopulerkan istilah ini di dunia cyber maka InsyaAllah kita juga tidak perlu repot mencari Juri, karena Mbah Google, Om Bing, Om wiki dan rekan-rekannya akan mampu menjadi Juri yang Obyektif, dan mereka juga tidak minta Honor.
Hari ini saya coba share masalah ini ke rekan-rekan di UNISSULA, dengan Budgeting minimal kita bisa mendapatkan banyak hal positif, bila tulisan ini direlease di blog unissula, saya juga yakin rating unissula.ac.id juga akan terpengaruh.. untuk menggerakkan mahasiswa kita, mungkin bisa dengan Motivasi Netbook Gratis bagi posting tulisan yang dilevel teratas di index nya Google, InsyaAllah Mahasiswa dan bahkan dosen UNISSULA akan tergoda.. Jazakumullah Khairan Katsira..Afwan

Ditulis oleh Muhamman Khosyi’in

Ka.Bag. Cyber Database di Biro Sistem Informasi (BSI)

UNISSULA

 

 

Tulisan ini juga dapat dibaca di:

http://chosyi.blog.unissula.ac.id/2011/06/15/mempopulerkan-budai-unissula/

 


THINK ZOOM IN ZOOM OUT

Zoom in dan zoom out….

Di era digital ini kita sudah tidak asing lagi dengan istilah diatas. Apabila rekan mempunyai camera digital tentu paham dengan fitur zoom in dan zoom out. Hasil foto camera digital bisa di-zoom in jika kita ingin melihat secara detil atau di-zoom out jika kita ingin melihat hasil foto secara keseluruhan.

Kemudian, apa hubungannya berpikir dengan zoom in dan zoom out?

Tentu saja ada. Jika kita berpikir untuk menyelesaikan suatu masalah, kita perlu melihat masalah secara keseluruhan (zoom out) lalu menyempit lebih detail lagi sampai pada pokok permasalahan (zoom in). Keduanya harus dilakukan secara simultan agar kita mendapatkan informasi yang utuh. Masalahnya, kebanyakan orang hanya terbiasa menggunakan salah satu cara pandang saja.

Berpikir zoom in dan zoom out adalah cara terbaik menyelesaikan masalah (IMO). Mulai sekarang, saat kita melihat suatu masalah kita harus bisa melihat secara gambaran utuh dan juga fokus pada detail tertentu. Jika kita hanya fokus pada detail, akan banyak hal yang luput dari pandangan kita sebab kita tidak bisa melihat keseluruhan masalah yang kita hadapi. Lebih bahaya lagi jika kita melihat satu bagian saja terus-menerus atau berulang-ulang maka sadar tidak sadar kita akan menganggap bahwa bagian itu mewakili semuanya. Jika kita fokus pada gambaran besar terus, kita tidak bisa melihat detilnya. Jika kita tidak bisa melihat detil suatu masalah, maka kita akan kesulitan untuk bisa mencari solusi masalah tersebut karena kunci menyelesaikan masalah adalah dengan melihat detail masalah tersebut.

Insya Allah, dengan metode zoom in zoom out kita bisa lebih bijak, lebih kritis, dan lebih cerdas dalam melihat sebuah masalah.

Ditulis oleh. Muhammad Faisal, ST, MIT

Ka. Sub. Bag. Creative & Programming di Biro Sistem Informasi (BSI)

UNISSULA