Go-greenKita dapat membiasakan hidup dengan ramah lingkungan melalui cara – cara sederhana seperti membuat kompos dari sampah daun dan mengurangi sampah plastik sebisa mungkin. Di tahun 2010, emisi total Co2 global mencapai 33,4 milyar metric ton. Sangat jelas bahwa masyarakat membutuhkan perubahan. Berikut adalah beberapa negara yang telah melakukan banyak perubahan dengan efek yang besar:

1. Kopenhagen, Denmark

Sebagai pemimpin dalam hal teknologi ramah lingkungan, Kopenhagen mendapat peringkat pertama di Eropa berdasarkan Siemen Greenest City Index. Maka pada tahun 2009, Denmark menjadi tuan rumah bagi UN’S 2009 Climate Change Conference. Lebih dari sepertiga penduduknya memilih menggunakan sepeda ke kantor dibanding mengendarai mobil dan pemerintah menawarkan pengurangan pajak bagi warga yang berpindah ke mobil elektrik
Source: The Ecologist
Photo credit: Flickr/antonystanley

2. Reykjavik, Islandia

Islandia hingga saat ini masih menggunakan bensin namun banyak penduduknya telah beralih pada hidrogen serta mobil elektrik dan metan. Islandia akhirnya menyediakan pompa bensin khusus untuk mengisi ulang sumber energi ramah lingkungan tersebut. Reykjavik juga memiliki sistem pemanasan geotermal terbesar di dunia. Seluruh rumah di kota tersebut menggunakan air panas geotermal sebagai pemanas.
Source: Reykjavik Convention Bureau
Photo credit: Flickr/chrissy575

3. Amsterdam, Belanda

Kota Amsterdam memiliki misi untuk menjadi salah satu kota yang paling mampu menghasilkan sumber daya berkelanjutan  pada tahun 2020 dan jika dilihat dari kondisinya tampaknya pemerintah Amsterdam serius dalam menjalankan misi tersebut. Amsterdam adalah kota kelima dalam Global Power City of Europe sebagai kota ramah sepeda di Eropa dan kota ketiga paling inovativ serta Kota Terhijau kelima di Eropa dan tahun 2015 nanti Amasterdam membuat kebijakan bahwa seluruh bangunan harus ramah lingkungan.
Source: City of Amsterdam
Photo credit: Flickr/Moyan_Brenn

4. New York City, New York

Terkejut? Kota New York telah bekerja keras dalam mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan. Kota tersebut memiliki 50 kendaraan elektrik untuk kendaraan kota, mengurangi kecanduan makanan berlemak dan yang terbaru adalah melarang penggunaan foam dan plastik dalam bungkus makanan serta menggandakan kemampuan daur ulang kota mencapai 30% pada tahun 2017 dan memperkenalkan pembuatan kompos kota.
Source: New York Daily News
Photo credit: Flickr/quintanomedia

5. Vancouver, Kanada

Merupakan kota Kanada yang paling hijau dan kota kedua di Amerika Utara dengan udara terbaik dan CO2 terendah di Amerika Utara.

Source: CBC
Photo credit: Flickr/mayanais

6. Stockholm, Swedia

Mengalahkan 34 kota Eropa lainnya dan memenangkan European Commission Award yang pertama pada tahun 2010. Stockholm memiliki banyak inovasi ramah lingkungan dan berencana mengurangi ketergantungan mereka pada penggunaan bahan bakar fosil pada tahun 2050. Beberapa ide antara lain mengkonversi sampah menjadi biogas untuk sistem transportasi umum dan penjernihan air hujan. Swedia secara umum adalah pemimpin dunia dalam mengatur sampah rumah tangga (99% didaur ulang atau digunakan sebagai penghasil energi).
Sources: City of Sweden & Fodors
Photo credit: Flickr/mispahn

7. London, Inggris

Setelah tahun lalu London mengganti seluruh transportasi umum dengan bus hybrid, London berhasil mengurangi emisi hingga setengahnya. Program RE:LEAF akan meningkatkan jumlah wilayah hijau hingga 5% pada tahun 2025 (telah ditanam sekitar 10.000 pohon dan didistribusikan 11.000 kepada lebih dari 50 komunitas di sekitar London). Rencananya kota tersebut akan mendorong pengurangan Co2 hingga 60% pada tahun 2025 nanti.
Photo credit: London Government
Photo credit: Flickr/az1172

8. San Francisco, California

San Fransisco telah melarang penggunaan kantong plastik dan bungkus plastik sejak tahun 2007. Kota ini membangun instalasi turbin udara yang tingginya melebihi Empire State Building dan akan selesai pada tahun 2014. San Fransisco merupakan kota terhijau di Amerika Utara, 77% sampah kota didaur ulang dan sebagaian besar restoran menggunakan bahan lokal dan organik.
Source: Siemens & Travel and Leisure
Photo credit: Flickr/jeffgunn

9. Curitiba, Brasil

70% persen sampah Curitiba didaur ulang oleh warga. Kota tersebut telah menanam 1.5 juta pohon di sekitar jalan tol dan jalan besar ,serta memiliki inisiatif  bahwa bagi penduduk dengan pendapatan rendah dapat tinggal di wilayah pinggiran kota. Program ‘Green Exchange Employment Programme’ memberikan imbalan bagi warganya untuk membersihkan kota mereka dengan menukarkan kantong sampah dengan tiket bus dan makanan. Anak – anak dapat menggunakan sampah yang telah digunakan dengan cokelat, mainan, tiket, peralatan sekolah dan tiket sebuah acara.
Source: Danish Architecture Centre
Photo credit: Flickr/bentavener

10. Malmö, Swedia

Malmö mempromosikan perjalanan menggunakan kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan sesering mungkin dan menyediakan wilayah bersepeda. 40% warga yang merupakan commuter dan 30% dari seluruh perjalanan di kota dilakukan dengan sepeda. Mereka memiliki PV dan sistem pemanas dengan menggunakan tenaga matahari yang diinstalasikan pada bangunan resmi di seluruh penjuru kota seperti musium, rumah sakit dan sekolah.
Photo credit: Flickr/bentavener
Source: PV Upscale

 

(Sumber: http://www.babble.com/travel/the-worlds-greenest-cities-10-energy-efficient-destinations/#eco-friendly-cities)